APA ITU SOSIOLOGI

Sosiologi berasal dari bahasa latin socius yang mempunyai arti kawan/teman, dan logos yang berarti ilmu pengetahuan/pikiran. Jadi, dilihat dari akar katanya sosiologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pergaulan hidup socius dengan socius atau teman dengan teman, yaitu hubungan antara seorang dengan seorang, perseorangan dengan golongan, atau golongan dengan golongan (Ahmadi, 1984: 7). Karena pergaulan hidup manusia disebut juga masyarakat maka sosiologi diartikan juga sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat manusia dan tingkah laku manusia di beberapa kelompok yang membentuk masyarakat (Kornblum, 1988: 5). Selain dua definisi di atas masih banyak terdapat definisi lainnya, dimana definisi-definisi tersebut mempunyai beberapa perbedaan dalam penjabarannya. Walaupun demikian dari sekian definisi tersebut masih bias kita tarik benang merah sehingga bisa kita temukan pokok pikiran yang sama, yaitu bahwa sosiologi itu adalah 1) merupakan hidup bermasyarakat dalam arti yang luas, 2) perkembangan masyarakat di dalam segala aspeknya, dan 3) hubungan antarmanusia dengan manusia lainnya dalam segala aspeknya. Dari rumusan ini paling tidak kita bisa menemukan adanya dua unsur pokok dari sosiologi, yaitu 1) adanya manusia, dan 2) adanya hubungan di dalam suatu wadah hubungan yang disebut dengan masyarakat (Ahmadi, 1984: 10).

Sosiologi dianggap sebagai ilmu yang tidak mudah karena obyeknya yang berupa masyarakat (dalam arti kata hubungan-hubungan atau jaringanjaringan) bersifat abstrak. Di samping itu kita menjadi tidak mudah untuk merumuskan masalah sosiologis, karena dalam sosiologi sering kali tidak kita jumpai adanya kata-kata ‘ada’ dan ‘pasti’. Hal lainnya lagi adalah bahwa sangat sulit untuk bisa menjaga objektivitas kajian sosiologi, karena peneliti/pengamat berada di dalam subyek kajiannya. Bias-bias subjektivitas peneliti dalam melakukan pengamatan, penafsiran, dan analisis atas suatu fenomena sosial sangat mungkin sekali terjadi. Misalnya Anda sebagai sosiolog sedang meneliti tentang perilaku seksual kelompok elit metropolitan di mana selama melakukan pengamatan Anda selalu memasukkan opini negatif pribadi terhadap perilaku seksual tersebut karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip hidup Anda. Tindakan Anda ini tentu saja sangat mengganggu tingkat objektivitas hasil penelitian Anda. Selanjutnya masyarakat sebagai kajian sosiologi bersifat kompleks, terutama masyarakat modern, sehingga ada anggapan sangat sulit bagi sosiolog untuk mengkajinya. Untuk menjawab semua permasalahan tersebut maka terdapat beberapa hal yang harus sangat diperhatikan yaitu bahwa seorang peneliti/pengamat harus bisa bersikap tidak memihak, tidak terburu-buru dalam mencari bukti-bukti/informasi, dan bersikap curiga terhadap informasi-informasi yang bukti-buktinya tidak begitu jelas.

~ oleh avins pada 18 November 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: